Scroll to Top

Mengangkat Kisah Nyata,” Film Terbang, Menembus Langit” Besutan Demi Istri Production siap Tayang 2018

By admin / Published on Tuesday, 26 Sep 2017 17:11 PM / No Comments / 3182 views

Cadaazz.com – Penggarapan film layar lebar “Terbang : Menembus Langit” akhirnya memasuki tahap paska produksi dan siap ditayangkan di bioskop-bioskop di Indonesia. Sebelum siap ditayangkan, Demi Istri Production merilis teaser Film “ Terbang, Menembus Langit, Senin, 25 September 2017 di Kuningan City.

Bagi Susanti Dewi Produser Film Terbang, Menembus Langit ini Diangkat dari kisah nyata, film ini berkisah tentang pemuda keturunan Tionghoa dari Tarakan bernama Onggy Winata yang diperankan oleh Dion Wiyoko. Ia berjuang untuk meraih kesuksesan dengan melewati segala rintangan. Hingga akhirnya dari Kalimantan ia bisa merantau ke Surabaya hingga ke Jakarta.

“Awalnya sih kita lagi liburan, ga ada niat bikin film. Nah saat saya dan Fajar ke Tarakan kebetulan ada cerita kalau di Tarakan ada orang biasa yang sukses di usahanya tapi memiliki perjuangan yang sangat luarbiasa. Akhirnya saya mendengar cerita perjuangan hidupnya, sempet kaget juga kok bisa beliau melalui tantangan hidup dan dengan semangat mengejar cita-citanya saat itu?, ternyata perjuangan panjang penuh tantangan yang akhirnya membuat beliau sukses yang membuat saya berfikir ini keren banget dan ini next story kita, dan akhirnya kita bikin produksi ini, harapannya film ini jadi inspirasi orang banyak, “ ujar Susantri Dewi saat ditemuai di sela prescon (25/9)

Bagi Fajar Nugros, Film ini juga menjadi tantangan tersendiri baginya sebagai sutradara. Film ini baginya film priodik pertama yang ia garap. Buatnya menulis cerita mudah apalagi kalau kita tahu apa yang mau kita tulis.

“ini kisah nyata, yang susah adalah merangkai kisah karena harus sesuai kisah nyata 32 tahun yang lalu dibikin menjadi 2 jam, kebayangkan gimana susahnya, tapi ini merupakan kenaikan kelas buat saya bisa mengarap film “Terbang, Menembus Langit”, beda dengan film-film garapasn saya sebelumnya,” jelas Fajar Nugros

Selain itu menurut Fajar Nugros, film ini digarap karena bisa menjawab situasi negara saat ini.

“Siapapun mau dari dari golongan apapun kalau soal kerja keras  itu untuk siapa saja, kesuksesan bisa buat siapa saja tanpa melihat perbedaan,” tandas Fajar

“Kami melakukan pencarian pemain-pemain lokal Tarakan dan Surabaya selama hampir tiga bulan. Seperti kisahnya dalam film ini, terkadang orang-orang di Indonesia hanya membutuhkan satu kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan bakat mereka,”papar Fajar.

Berbicara soal latar waktu, film ini menggambarkan suasana era 70an hingga tahun 1998. Jadinya para tim make up dan wardrobe memiliki tantangan agar tidak meleset dengan tampilan pemain pada periode tersebut.

“ini diambil dari kisah nyata, dan saya harus lebih menjiwai di film ini dengan berperan dalam tiga periode. Priode saat SMA, Kuliah dan Bekerja. Dan sebenarnya lumayan panjang saya memutuskan bekerja di film ini, namun ketika dikasih tahu sinopsisnya, dikasih tahu latar belakang, proses  syuting dan lain-lain. Akhirnya tertarik dan mutusin ikut trejun di di film ini, ujar Dion Wiyoko

Bicara pengalaman, menurut Susanti Dewi, ini juga merupakan film priodik pertama bagi Demi Istri Production. Syuting film Terbang ini mempunyai keseruan dan tantangan yang unik, karena kedua setting yang menjadi lokasi syuting ini, belum pernah dijajaki oleh produksi film DIP sebelumnya, dimana semua peralatan tekhnis yang ada dijakarta dibawa ke Surabaya dan ke Tarakan.

“Kita udah merencanakan nih dari Surabaya ke Tarakan naik kapal dan lain-lain, sampai ke Tarakan tapi ternyata ada yang tidak kita perhitungkan bahwa ini laut dan laut itu ada unsur alam  yang tidak bisa kita prediski. Kalau Cuma hujan masih kita akalin nutup alat pake terpal dan sebagainya, tapi masalahanya ini adalah air pasang surut . Itu yang bikin kita was-was. Tantangannya itu faktor alam itu menjadi kunci banget saat syuting, ada keseruan sendiri saat mmebuat film ini” ujar Susanti Dewi

Begitu pula bagi Erick Estrada, buatnya ini pengalaman yang gak bisa ia lupakan pasalnya ia tidak tahu saat ia harus beradegan berenang di laut.

“Sulitnya berenang dilaut, sulitnya karena laut dan pak Fajar ga bilang ke saya kalo ini tempat hiu. Kata nelayan sana kak kok berani berenang lah kenapa ini tempat markas hiu macan dan hiu martil dll ada situ, jiperkan jadinya,“ ungkap Erick

Film yang direncanakan tayang tahun 2018 ini didukung pemain-pemain hebat seperti Dion Wijoko,  Laura Basuki, Dinda Hauw, Marcel Darwin, Delon Thamrin, Aline Adita, Melissa Karim, Baim Wong, Erick Estrada dll. (@enny_hdyn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.