Scroll to Top

Perjalanan Musikal Baruna

By Fransiscus Eko / Published on Saturday, 26 Mar 2016 20:07 PM / 1 Comment / 1918 views

Baruna 1

Cadaaz.com – Baruna Priyotomo atau biasa di panggil dengan sebutan Baruna adalah seorang seniman, musisi dan penyanyi kelahiran Jakarta 16 Juli 1967, Baruna mulai mencoba menekuni karirnya sebagai musisi dan penyanyi di Indonesia sejak dia masih menjadi pelajar di SMP 19 Jakarta pada tahun 1980 sampai dengan dia meneruskan sekolahnya di SMA 70 Jakarta pada tahun 1982. Semasa sekolah tersebut Baruna sempat membentuk beberapa group band seperti “Black Oz”, “SMA 70 Band” sampai dengan “Dragonz” yang sempat manggung di banyak acara musik seperti “Musik Zebra” di Lapangan Parkir Timur Senayan dan “Future Rock” di Lapangan Stadion Persija Jakarta pada pertengahan tahun 80 an.

Karir professional penyanyi berpenampilan jantan ini di mulai ketika Baruna di rekrut sebagai vokalis oleh group rock asal kota Malang yang bernama “Elpamas” pada akhir tahun 80’ an dan merilis album perdana yang bertitel “Dinding – Dinding Kota” [Logiss Record] pada tahun 1989. Bersama Elpamas Dan Log Zhelebour Baruna merasakan banyak pengalaman tour ke berbagai kota di Indonesia. Di akhir tahun 89’ menjelang 90’an Baruna sempat merilis sebuah single duet bersama lady rocker Renny Djayusman yang berjudul “Kusadari” [Album Kompilasi Metrotama Records] dan pada sebuah berita di tabloid Citra tahun 1990  yang mereview album kompilasi ini Baruna di tulis sebagai mantan vokalis Elpamas yang artinya Baruna sudah tidak bersama Elpamas pada tahun itu.

Baruna 3

Pada tahun 1990, bersama Maully Gagola [Gitar] dan Uranogaz [Bass], Baruna membentuk group rock bernama ”Legend Bee” yang sempat merilis satu mini album bertitel Legend Bee [Union Artist]. Group  band yang terkenal dengan singlenya “Jakarta Rock City” sebenarnya membawa penyegaran di dalam industri musik rock tanah air karena pada saat itu Baruna dan kawan – kawan berani memainkan musik rock n roll blues disaat mayoritas group band rock tanah air banyak  menawarkan genre metal atau saat itu banyak yang menyebut dengan rock Surabaya-an. Kenyataannya usia Legend Bee hanyalah seumur jagung, beberapa kejadian tidak meng-enak-kan dengan beberapa televisi nasional membuat Legend Bee harus di bubarkan. Sampai saat ini mini album Legend Bee tersebut juga masih merupakan salah satu karya yang paling di cari oleh pecinta musik rock tanah air.

Baruna sempat vakum dari industri musik Indonesia ketika dia harus melanjutkan studinya di S.A.E [Sound Audio Engineering], Hamburg, Jerman pada tahun 1992, beberapa tahun berada di Jerman ternyata tidak membuat Baruna meninggalkan karir musiknya, Baruna sempat membuat group band bernama “Matahari” di Jerman dan “Baraka” ketika Baruna baru saja menginjakan kaki di tanah air. Pada tahun 1999 Baruna kembali eksis di industri musik rekaman nasional dengan membentuk group band baru bernama “Jagad” dan langsung menelurkan album bertitel “Putao Jahanam”. Group Jagad ini di produseri oleh Sawung Jabo dan di produksi Log Zhelebour dengan label Logiss Record.

Memasuki era millennium tahun 2000, Baruna mulai banyak terlibat dalam proyek musik – musik solo bersama banyak musisi lain seperti terlibat dalam Proyek “Rock Opera Show” bersama “Jockie Suryoprayogo”, “N Riantiarno” dan “Elfa Secioria” di JHCC, Jakarta pada tahun 2002, proyek drama musikal bersama “Eki Dance Co” & “Hyper Sax Big Band” di tahun 2003, Ikut bergabung dengan acara – acara show “Twillite Orchestra” pimpinan “Addie MS” di tahun 2004 dan pada tahun 2004 itu juga Baruna ikut bergabung dengan Razzle Band menggantikan Robbie Matulandi yang pindah ke Edane.

Baruna 0

Pada tahun 2005, selain terlibat dalam proyek drama musical Bersama “Maya Hasan” dan “Liquid” [7 Harpa], vokalis yang mengidolakan Jim Morrison, Mick Jagger, Ozzy Osbourne, John Lennon, Paul Rodgers, Robert Plant Ahmad Albar, Sawung Jabo dan Anto Baret ini sempat terlibat di sebuah group band yang sampai sekarang jarang pecinta musik rock tanah air tahu yaitu “Don’z Gang”. Group rock proyek-an yang di dirikan bassis Godbless Donny Fattah dan di support sepenuhnya oleh Koko Deteksi ini sempat ikut meramaikan tour konser musik Soundrenaline yang di selenggarakan Koko dan Deteksi Production nya di beberapa kota besar termasuk Semarang dan Bali. Selain Donny Fattah di Bass dan Baruna pada vokal, Don’z Gang juga di perkuat oleh Maully Gagola [Gitar], Pray [Gitar], Krisna Prameswara [Keyboard] dan Yaya Moektio [drum]. Sayangnya group ini tidak sempat merilis karya album rekaman.

Di tahun 2006, Baruna ikut ambil bagian di sebuah proyek album Kompilasi “Satu Hati” [Solid Records] bersama “Totok Tewel” untuk di donasikan pada korban bencana Tsunami di pesisir pulau jawa.  Pada tahun – tahun selanjutnya [2007 – 2009] Baruna mulai memasuki kevakuman di industri musik nasional namun bukan di dalam membuat karya, karena  di masa 3 tahun tidak merilis apapun tersebut Baruna kembali memperkuat show – show Elpamas dan bahkan di tahun 2010 Baruna bergabung bersama Jaguar Band yang juga di perkuat oleh Entan F Kuswanto alm [Gitar, Vocal], Bachtiar [Lead vocal],  Cempluk / Mohammad Bahlia [Drum], Heirry Buchaery [Bass, Vocal], Totok Tewel [Gitar], Bambang MG [Gitar], Didit Saat [Gitar], Edi Daromi [Keyboard, Vocal] dan Eddy Radjab [Flute, Saxophone].

Baruna 2

Hasil dari beberapa tahun Baruna vakum dari industri rekaman dan hanya melakukan kegiatan manggung plus mengumpulkan materi karya lagu akhirnya menghasilkan sebuah album solo di tahun 2014, album bertitle “THY Name In My Title” yang lagunya di garap bertahun – tahun dengan bantuan Jalu Pratidina [Perkusi], Finggo Van Leun [Gitar], B’Dul [Gitar], Maully Gagola [Gitar] dan Yuniati Arfah [Backing Vokal] ini berhasil di rilis pada tahun 2014 dan masuk nominasi solo rock terbaik versi AMI awards di tahun 2015. [Baca Preview album ini di http://www.cadaaz.com/v2/2016/03/25/baruna-thy-name-in-my-title-2014/] Saat ini Baruna sedang melanjutkan proses kreatifitasnya dalam mengumpulkan karya lagu bersama seorang keyboardis bernama Wingki bagoes , sebagai bocoran Baruna mengungkapkan bahwa dia sudah punya beberapa materi lagu baru untuk album solo keduanya, di antara nya ada yang berjudul “Human” dan “Hati Ada Di Dada”. Untuk album solo kedua nanti Baruna berharap bisa kembali mengajak teman – teman musisi yang sebelumnya membantu di album “THY Name In My Title” termasuk Abdulrahman / B’Dul, gitaris yang sangat istimewa menurut Baruna.

Akhir kata Baruna berharap para penikmat musik yang mendengarkan dan menyukai karya – karyanya untuk sabar menunggu lanjutan dari album Thy Name In My Title kemarin karena dia sedang mempersiapkan sekuel album berikutnya bukan hanya menjadi trilogy seperti film ataupun album – album musikal yang ada melainkan akan ada 5 album sekaligus yang saling berkesinambungan, karena album solo Baruna bukan lah di landaskan pada sebuah trilogy cerita melainkan berlandaskan Pancasila dan album THY Name In My Title kemarin baru merupakan perwujudan dari sila pertama Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa.  @fransiscus_eko

 photo Untitled_zpsmwldy7ww.jpg

One thought on “Perjalanan Musikal Baruna”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 photo Untitled_zpsmwldy7ww.jpg